Pages

Senin, 12 Maret 2012

Sesuatu yang indah, tidak selalu bertahan selamanya

Ketika kita memutuskan untuk menyayangi seseorang, kita juga harus bersiap untuk melepasnya pergi ‘disaatnya’ nanti. Sulit memang.. lagi dan lagi, kita berfikir “apa aku bisa tanpa dia ? dia yang selalu ada, terasa berbeda.”  Namun percaya tau tidak,  ketika peristiwa itu datang, dengan sendirinya kita mampu menguatkan diri kita sendiri. Sungguh ! kita mampu.

Banyak hal yang membuat kita kembali teringat peristiwa itu, membiarkan kita menengok masa lalu dan... berkali-kali membuat kita kembali jatuh terduduk di ‘tempat yang sama’. Namun bersamaan dengan munculnya memori itu, kekuatan kita muncul. Meski terkadangan tertutup dengan kabut masa lampau dan membuat kita kembali terpuruk. Tapi  yakinlah, itu hanya sebentar. Dan satu hal yang kita butuhkan.. yaitu support. Dorongan dari sesama makhluk terpuruk yang segera bangkit.

Tengoklah keluar jendela hatimu, MASIH BANYAK TEMPAT INDAH dan  SOSOK LUAR BIASA selain DIA. Jika satu keburukan yang ia buat mampu menutup sejuta kebaikan yang ia berikan, biarkan hatimu mempercayainya. Itulah proses untukmu. Dan katakan “ia tak punya andil untuk hidupku ! silahkan pergi...” hingga kamu mampu untuk kembali  membuka hati untuk sosok lain. Kembali mengepakan sayap untuk terbang bebas dalam langitan harapan. 

Dan pada saatnya nanti, kamu mampu memaafkan dan memakluminya sembari berkata :

“ aku memaafkannya, karena ia pernah menjadi bagian dariku. Ia mampu menguatkanku saat itu, dan terus membuatku tersenyum ketika aku mengingat ‘masa itu’ dengannya.” 

Ya, sesuatu yang indah, tidak selalu bertahan selamanya.
Seperti angin,
Seperti embun,
Seperti pelangi,
Seperti langit,
Seperti mimpi kemarin malam....

Angin berhembus lembut membelai  di padang rumput, namun tak selamya lembut saat badai datang
.
Embun pagi tak selamanya segar ketika mentari datang. Ia pergi dan kembali segar esok paginya.

Langit yang menyelimuti malam tampak anggun dengan perhiasannya. Namun lenyap begitu saja, ketika sang Mega tertawa dengan garangnya.

Sesuatu yang indah, tidak selalu bertahan selamanya.
Seperti ‘mimpi kemarin malam’... Ketika kita melewati barisan hari bersamanya. Menghabiskan waktu dengannya. Bergantian menuliskan suka dan duka bersama. Dan ‘pada saatnya’ kita terbangun dari mimpi indah itu, kita juga harus siap kembali menata hati dan masa depan. Life is must go on ! KITA BISA. KITA MAMPU ! dan aku percaya, KITA MASIH BISA BERDIRI DI KAKI KITA SENDIRI !

0 comments:

Posting Komentar