Tarraa.. nggak ada yang istimewa dari postingan kali ini.Yeah, about something in the heart. Especially, in my heart. #curcol :D“sebenarnya, suka apa sayang ?” sebuah pertanyaan simpel yang dilontarkan salah satu teman tapi bikin otak mikir duakali untuk menjawab. Aku yang udah ke gap cuma bisa senyum evil sembari mengumpat. Telak !“apa yaa ? enggak ding. Cuma suka !” jawabku datar. Hening. ‘masa cuma suka ?’ pikirku.Baiklah.. mari mencari jawabanya.
Ku awali dengan mengenalkan objeknya, sebut ia Delion. Sosok yang cool tapi lucu, alasan utamaku untuk memberikan perhatian lebih. Secara fisik, ia sama dengan kaum adam lainnya. Tinggi, tidak kurus bahkan ada sedikit kelebihan lemak di beberapa bagian tubuhnya, kulit sawo matang dan ada lesung pipit di salah satu pipinya. Sepertinya tak akan ada yang protes jika aku menklaim ia adalah sosok yang manis. Delion pribadi yang hangat, tapi terkadang sangat acuh. Entahlah. Dia suka futsal, suka nyanyi *ngaujubilah deh suaranya.. bikin melting :3 pas banget kalo di dengerin waktu galau :D* anti dengan namanya rokok, akrab dengan tempat ibadah. Dan satu hal, muka galau sangat ! hhaha..Iya galau, dan aku kagum dengan kegalauannya. Bukan galaunya, tapi ‘alasan’ ia galau ! satu sosok dimasa lalunya. Yang membuat Delion bertahan atas satu nama. Yang mampu membuat ia menangis di sepertiga malamnya. *mana ada coba cowok model gini ? nangis men.. demi cewek.*Bertahan atas satu nama, dalam jangka waktu yang tidak lama. Sebagian orang menganggap itu adalah hal bodoh, penyia-nyiaan waktu, kurang kerjaan, dan masih banyak lainya. Tapi apa boleh buat, hanya itu yang bisa ‘kami’ lakukan. Berdoa untuk kebaikanya. Yaa.. aku termasuk dalam kaum itu. Kaum yang dipinggirkan oleh dewa cupid.Melihatmu sanggat-sangat mencintainyaMembuatku tersenyum dengan sendirinya,Aku seperti.. melihat diriku sendiri,Yang sangat-sangat mencintai dia.Bertahan pada sosok di masa lalu, yang membiarkanku berharap tanpa kepastian lebih dari 3 tahun. Lama. Bertahan tanpa alasan. Pernah sekali waktu seorang sahabat bertanya,“ alasan apa yang membuatmu tetap menunggunya ?”jawabannya simpel, “karena aku menyayanginya”. Bukan karena ia siapa, seperti apa, bagaimana sifatnya, tapi karena aku menyayanginya.“meski tanpa usaha ?” sanggahnya.Karena sekali lagi, “menyayangi tidak harus memiliki”“terus alasan apa yang membuatmu menyayanginya ?” ucapnya.“bukankah cinta itu tanpa alasan ?”“dasar keras kepala !”Dan itu pilihanku. Menjadi sosok kepala batu. Yang acuh dengan dunia luar untuk sosok lebih baik disana.Mungkin Delion sama denganku. Menutup mata dan telinga untuk apapun yang mungkin menggoyahkan keyakinan kami. Sekalipun tergoyahkan, itupun tak akan lama. Dan kami akan kembali ‘terduduk’ di tempat yang sama. Lalu membiarkan kesunyian itu menyusup ke dalam sudut jiwa.Aku masih merasakan udara yang sama,Masih berdiam di tempat yang sama,Tapi yang kurasakan tak lagi sama,Kesunyian ini bernama ‘tanpamu’Dari semua, aku menyadari satu hal. Aku memang sama dengan Delion. Melakukan hal bodoh dan bangga dengan kebodohan itu. Kami menyebutnya dengan ‘ungkapan sayang’.Dan akhirnya, aku menemukan jawabanya ! aku tidak menyayangi Delion. Aku hanya merasakan hal yang sama. AKU MENGAGUMINYA. Mengagumi keteguhan hati dan ucapanya. Terlebih suaranya. Tetaplah seperti itu. Dan pada saatnya nanti, jika dia dan dia memang bukan yang terbaik, semoga hati kita telah siap untuk kembali mengisi keceriaan lain dan melengkapi puzzle yang sempat hilang dan menjadikannya utuh. Bukankah Allah akan mengganti apa yang telah Ia ambil ? tunggu saja watunya !
Senin, 12 Maret 2012
PROBLEMATIKA REMAJA
Labels:
coretan kecil
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 comments:
Posting Komentar